Connect with us
Profesor Michael Sandel

Komentar

Keprihatinan Michael Sandel Mengenai Pasarisasi

“What Money Can’t Buy: The Moral Limits of Markets”. Ini judul buku karya Michael Sandel yang terbit tahun 2013 silam. Michael Sandel sendiri adalah profesor filsafat politik di Universitas Harvard, AS. “Liberalism and The Limits of Justice”, buku Sandel lain yang terbit sebelum buku tadi, termasuk satu buku penting dalam diskursus tentang keadilan.

What Money Can’t Buy” pada intinya berisi kerisauan Michael Sandel atas fenomena marketisasi atau pasarisasi dalam banyak bidang kehidupan masyarakat dewasa ini. Dalam proses marketisasi, etos pasar yang berorientasi duit dan profit menginfiltrasi bidang-bidang lain di luar pasar.

Sandel menyebut cukup banyak contoh. Antara lain, ia menyinggung praktek di ranah pendidikan di mana anak didorong untuk membaca buku dengan ganjaran uang. Atau praktek membayar orang untuk berdiri dalam antrian panjang orang-orang yang menunggu kesempatan bertemu atau melobi pejabat penting di White House atau Capitol Hill di Kota Washington.

Sandel risau bahwa dalam masyarakat dewasa ini segala sesuatu direduksi jadi komoditas. Semua hal (barang, lembaga, juga orang) dijadikan barang jualan belaka demi profit, dihargai semata-mata dengan duit.

Dengan buku itu Sandel menegaskan kembali bahwa pasar adalah salah satu dari banyak bidang kehidupan sosial manusia. Selain pasar (ekonomi), ada politik, agama, relasi antarpribadi, dsb.

Buku Michael Sandel

Di pasar, relasi sosial berlangsung dalam bentuk transaksional. Begitulah pasar. Tapi, jadi masalah ketika di berbagai bidang lain relasi sosial juga berlangsung dalam cara transaksional ala pasar. Bayangkan, misalnya, itu terjadi di ranah kehidupan religius yang berurusan dengan yang sakral, atau dalam relasi antarpersonal yang mesti didasari nilai-nilai luhur, seperti ketulusan atau pengorbanan.

Sandel bukan seorang sosialis yang anti-pasar. Ia menerima market economy sebagai jalan efektif menyelenggarakan aktivitas produktif. Tapi, ia menentang market society yang menjadikan kehidupan manusia sebagai arena pasar belaka di mana relasi sosial tidak lain adalah relasi transaksional, di mana segala sesuatu up for sale dan setiap orang cuma konsumen.

Apa yang ditulis Sandel dalam buku itu sesungguhnya bukan hal baru. Menguatnya masyarakat pasar atau kecenderungan pasarisasi senyatanya sudah terjadi lama sebelum ia menerbitkan bukunya itu. Sandel sendiri mencatat bahwa gejala ini sudah berlangsung dalam berapa dekade terakhir. Sorotan terhadap gejala ini juga, saya kira, sudah muncul sebelumnya dalam berbagai artikel dan buku karya intelektual atau akademisi lain.

Namun, itu tidak berarti buku Sandel kehilangan arti. Buku itu sangat bermanfaat untuk membuat krisis nilai dalam masyarakat dewasa ini makin terpapar ke dalam kesadaran masyarakat lebih luas. Buku itu bisa menguatkan keprihatinan dan penolakan terhadap kolonisasi pasar atas bidang-bidang lain kehidupan masyarakat dewasa ini. Bukankah perubahan individual maupun sosial juga bermula dari perubahan kesadaran?

Tidak kalah pentingnya, keprihatinan Sandel bisa tumbuhkan waspada bahwa kecenderungan pasarisasi tidak cuma “di sana”, tapi bisa juga “di sini”, di “rumah” kita sendiri.

Komentar

Artikel Pilihan

Artikel Komentar