Keharusan bagi pengguna untuk menulis dengan batas 140 karakter sudah menjadi kekhasan Twitter. Pembatasan ini berlaku untuk kicauan publik (public tweet) maupun pesan pribadi (private message).

Namun, mulai Juli mendatang Twitter menghentikan pembatasan 140 karakter untuk direct massages (DMs), layanan pesan pribadi yang melengkapi kicauan publik sebagai layanan utama. Sementara batas 140 karakter tetap berlaku untuk kicauan publik, jumlah maksimal karakter untuk direct messages akan dinaikkan menjadi 10.000 karakter.

Perubahan ini diumumkan Manager Produk Twitter, Sachin Agarwal, di Twitter Developer (website Twitter untuk para developer) pada 12 Juni 2015 lalu. Pengumuman sebelum pemberlakuan perubahan ini terutama ditujukan kepada komunitas developer agar aplikasi dan layanan mereka di-update dalam rangka mengakomodasi batas jumlah karakter yang baru.

Langkah situs micro-blogging ini merupakan kelanjutan dari serangkaian perubahan yang telah dilakukan pada layanan direct messages dalam rentang waktu kurang lebih setahun terakhir.

Setelah sekian lama menjadi sarana berkirim pesan pribadi di antara dua pengguna Twitter yang saling follow, pada Januari 2015 Twitter memperkenalkan group messaging. Fitur ini memungkinkan pengguna membentuk grup beranggotakan maksimal 20 follower. Masing-masing anggota grup bisa mengirim pesan secara simultan kepada semua anggota lain, bisa mengikuti setiap percakapan yang berlangsung di grup, meskipun tidak semua anggota grup saling follow.

Bersamaan dengan itu, ditambahkan pula fitur video untuk perangkat mobile yang memungkinkan pengguna merekam, mengedit, dan membagikan rekaman gambar bergerak berdurasi maksimal 30 detik langsung dari aplikasi Twitter. Dengan penambahan fitur ini, makin variatif jenis konten yang bisa dibagikan pengguna Twitter dalam aktivitasnya mengirim pesan pribadi atau melakukan percakapan di grup maupun dalam melakukan kicauan publik.

Perubahan pada direct messages kembali dilakukan bulan April 2015 lalu. Mulai saat itu Twitter menyediakan pilihan bagi pengguna untuk menerima atau sebaliknya tidak menerima pesan pribadi dari pengguna lain yang bukan follower (pengaturan pilihan ini bisa dilakukan di bagian privacy setting pada akun pengguna Twitter).

Perubahan ini tentu saja membuat koneksi pengguna Twitter dengan semakin banyak pengguna lain untuk aneka maksud dan keperluan menjadi lebih mudah dan cepat. Sekedar contoh, Anda tidak perlu meminta McD terdekat untuk menjadi follower Anda agar di kemudian hari bisa menerima private message Anda yang berisi permintaan pengiriman paket McD ke rumah. Kini hanya dengan mengetahui alamat Twitter McD yang benar dan tanpa saling follow, Anda bisa mengirim pesan pribadi ke McD yang menjadi tujuan pesan Anda.

Rangkaian perubahan yang dilakukan Twitter di atas, termasuk pemberlakuan batas 10.000 karakter untuk direct messages mulai Juli mendatang, tampaknya menjadi bagian dari upaya situs media sosial ini untuk bisa bersaing dengan platform sejenis, seperti situs jejaring sosial Facebook atau aplikasi pesan sosial WhatsApp yang cenderung mendominasi arena sosialisasi online saat ini.

Apalagi perusahaan ini dinilai gagal mengembangkan basis pengguna dan dikritik tidak cukup responsif dan memadai mengubah layanannya untuk terus memelihara ketertarikan pengguna. Tampaknya Twitter bermaksud membalikkan keadaan ini dengan melakukan perubahan dramatis dalam waktu dekat, pada bulan Juli mendatang.***

Sumber: BBCTechCrunch, TelegraphTwitter Developer